Langsung ke konten utama

Postingan

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …
Postingan terbaru

Siap Wujudkan Resolusi Bisnis 2019 bareng Ralali.com

Satu  bulan di awal tahun terlewati  sudah. Seabrek resolusi masih setia menanti janji untuk direalisasikan. Jika kemarin saya baru saja membuat resolusi khusus parenting, kali ini saya kembali terpikirkan untuk membuat resolusi khusus bisnis. Ya, bisnis pun butuh adanya resolusi, bukan? Bisnis saya kali ini tidak akan jauh-jauh dari parenting juga, setelah kemarin bisnis jualan online saya jalani meski hanya sebagai aktivitas sambilan.      

    Sejak tahun  2013, saya sudah memanfaatkan aplikasi Facebook  khususnya FPage (Facebook Page) untuk berjualan secara online. Namun, setelah menikah dan anak kedua saya lahir, saya tidak lagi konsisten dan tidak aktif berjualan sehingga dua FPage di bawah ini hanya sekadar menjadi pajangan saja sampai detik ini.

          Dikarenakan progress dua FPage online shop ini hanya begitu-begitu saja (Tidak berkembang) karena satu dan lain hal (Masalah sepi pembeli, masalah modal usaha, kesulitan mencari pemasok barang yang murah, dll, dll), ter…

Smartphone nge-Hang saat nge-Game? Ini Solusinya!

Mobile Gaming saat ini menjadi sebuah aktivitas yang digandrungi. Mulai dari anak muda sampai 'anak' tua, sebagian besar pada ketagihan bermain online game. Nggak  jarang kita dapati para gamers yang berselisih dengan ortu atau pasangannya akibat sering nggak kenal waktu kalau sudah bermain game. Meski begitu, kita juga perlu tahu kalau zaman  sekarang, Game ternyata bukan cuma aktivitas sia-sia yang dilakukan buat senang-senang saja tetapi bisa lebih bermanfaat dari itu.
Dalam dunia pendidikan, Game dimanfaatkan sebagai strategi mengajar. Banyak penelitian yang mengangkat topik Game ini sebagai solusi dalam menjadikan aktivitas belajar jadi lebih efektif. Masa sih? Beneran, Guys! Saya malah pas semester awal-awal kuliah dulu pernah dapat mata kuliah TPOL yang isinya itu, kita dikenalkan dengan sebuah Online Game yang bisa digunakan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa (bahasa  Inggris). Game online  yang dikenalkan ke kita waktu itu canggih dan konon, game satu itu…

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Bertengkar dengan Pasangan? Baca Ini!

Sedih saat mendengar kabar seorang teman yang menyerah dengan rumah tangganya dan pada akhirnya menggugat cerai suaminya. 
Sempat kukatakan padanya,
"Kamu kuat..
Dunia sementara, akhirat selamanya.. Sedih sementara, sakit sementara, susah sementara. Maafkan.. maafkan.. maafkanlah.. tetap bertahan."
Namun, hanya dibalasnya dengan, "Mohon doanya saja ya.. semoga segera ketuk palu."
Delapan tahun lamanya mengalami KDRT bukanlah waktu yg sebentar, sudah cukup, katanya. Memang, mata adalah jendela hati. Bisa kulihat jelas luka batin dan trauma dari matanya. Terbayang wajah lucu kedua putranya yang masih kecil-kecil itu. Langsung brebesmili. Sungguh, sangat menyayangkan keputusannya, sebab Allah membenci perceraian. 
Di sisi lain, kita tidak pernah tahu seberapa berat kesedihan dan rasa sakit yang dia pikul hingga akhirnya mengambil keputusan final itu. Hanya bisa mendoakannya dari jauh.
Untuk saudaraku di manapun berada, kalian para pasutri yang entah saat ini mungkin …