Langsung ke konten utama

Resep Milu Siram khas Gorontalo

    Jagung adalah makanan yang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Jagung memiliki khasiat sebagai pengontrol diabetes, pencegah penyakit jantung, serta dapat menurunkan hipertensi (Aliza Macella, 2012). Pengolahan jagung sangat beragam mulai dari dibakar, direbus, dibuat kue, dan lain sebagainya. Provinsi Gorontalo, yang merupakan salah satu dari beberapa kota penghasil tanaman jagung memiliki salah satu makanan khas daerah yang berbahan dasar jagung. Di kota tersebut, jagung biasa disebut "binthe biluhuta" dan nama makanan khas daerah gorontalo disebut "milu siram" yaitu sejenis makanan dari jagung yang diolah menjadi seperti sop. Soal rasa, jangan ditanya, milu siram ini memiliki cita rasa yang unik dan lezat. Sangat pas disantap saat musim hujan. Penasaran?  Berikut cara pengolahannya:

    Pertama, biji-biji jagung segar yg sudah dipisah dari batangnya dicuci kemudian direbus didalam panci dengan air yang sedikit dilebihkan. Jagung yang dipilih adalah jagung yang tidak tua juga tidak muda. Sementara menunggu jagung matang, siapkan bumbu dan bahan lain seperti daun bawang, daun kemangi, sedikit kelapa yang sudah diparut, ikan tuna atau cakalang yang sudah dibersihkan, cabai yang sudah ditumbuk kasar (jumlah cabai sesuai selera), dan garam secukupnya.

    Setelah jagung setengah matang, masukan ikan ke dalam rebusan jagung, tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih, angkat ikan dan letakan pada piring untuk disuir-suir. Selanjutnya, masukan daun bawang yg sudah diiris, daun kemangi, kelapa parut, dan cabai yang sudah dihaluskan tadi ke dalam panci rebusan jagung. Aduk secara merata. Tambahkan garam dan vetsin secukupnya. 

    Matikan api kompor, milu siram pun siap dihidangkan.

Saran penyajian : tuangkan milu siram ke dalam mangkok, taburkan ikan tuna rebus yang sudah disuir, kecap sesuai selera. Bisa juga ditambahkan bawang goreng dan jeruk nipis sebagai pelengkap.
Rasakan sensasi rasa manis, pedas asin, dan kecut yang lezat menyegarkan. selamat mencoba :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Penyebab Bau Mulut

Masalah bau mulut memberi pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Salah satu dampak buruknya yaitu bau mulut dapat menghambat prestasi seseorang. Hal itu terjadi disebabkan masalah ini sering mengurangi totalitas seseorang terhadap  performance.

Dalam penanggulangan keluhan tersebut, telah banyak produk-produk pencuci mulut yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Namun, masih ada saja sebagian besar orang yang mengeluhkan ini; Kenapa mulut tetap bau? padahal sudah rajin sikat gigi. Menjawab pertanyaan tersebut, ternyata baru diketahui bahwa penyebab bau mulut bukan hanya karena faktor kemalasan menjaga kebersihan mulut saja. Menurut para ahli kesehatan gigi dan mulut, ada beberapa faktor lain yang membuat aroma tak sedap keluar dari mulut seseorang meski sudah rutin menggosok gigi. Berikut alasannya; Mulut kering Mulut kering (Xerostomia) adalah hal umum yang sering menimbulkan gangguan kesehatan mulut, salah satunya bau mulut. Mulut kering disebabkan oleh…

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Jadikan Diri 'Cantik' Dengan Tidak Melakukan 'Body Shaming'

Curhat dong, Mak..
Waktu masih merantau di Jogja, rasanya saya ini adem ayem saja dengan bentuk tubuh saya yang mungil ini, tiada yang mengusik hidup saya. 😢 Tetapi begitu saya selesai kuliah dan pulang kampoeng?
Duoor!!! :') Pelaku 'Body Shaming' di mana-mana. Harus kuat iman dan kudu punya telinga yang tebal setebal ban mobil. Sebab memasang jurus cuek level internasional sepertinya juga tidak mempan karena tetap saja kena bully. Maklum, mindset sangat sangat jauh berbeda. Di sini, sepertinya orang menilai orang lain dari penampilan luar saja, mengukur pakai MATA meter. Kebahagiaan orang sini itu sepertinya dilihat dari bentuk badannya, hadeeh. Jadi, barangsiapa yang tubuhnya terbesar berarti dialah orang yang paling bahagia sedunia?

Paradigma masyarakat tentang ini semakin diyakini saat belakangan ini muncul istilah baru  yaitu 'Body Babadontod'.  Nah, body babadontod ini saya kurang paham maksudnya, sampai akhirnya saya tahu kalau yang dimaksud body babadonto…