Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Bertengkar dengan Pasangan? Baca Ini!

Sedih saat mendengar kabar seorang teman yang menyerah dengan rumah tangganya dan pada akhirnya menggugat cerai suaminya. 
Sempat kukatakan padanya,
"Kamu kuat..
Dunia sementara, akhirat selamanya.. Sedih sementara, sakit sementara, susah sementara. Maafkan.. maafkan.. maafkanlah.. tetap bertahan."
Namun, hanya dibalasnya dengan, "Mohon doanya saja ya.. semoga segera ketuk palu."
Delapan tahun lamanya mengalami KDRT bukanlah waktu yg sebentar, sudah cukup, katanya. Memang, mata adalah jendela hati. Bisa kulihat jelas luka batin dan trauma dari matanya. Terbayang wajah lucu kedua putranya yang masih kecil-kecil itu. Langsung brebesmili. Sungguh, sangat menyayangkan keputusannya, sebab Allah membenci perceraian. 
Di sisi lain, kita tidak pernah tahu seberapa berat kesedihan dan rasa sakit yang dia pikul hingga akhirnya mengambil keputusan final itu. Hanya bisa mendoakannya dari jauh.
Untuk saudaraku di manapun berada, kalian para pasutri yang entah saat ini mungkin …