Langsung ke konten utama

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.




Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini?
Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan harap bisa ujian pendadaran dan wisuda.  Artinya, kamu belum boleh ujian pendadaran sebelum kamu lulus tes CEPT ini.

(Cukup ribet dan menyulitkan sih kalau menurut saya, ya. Apalagi kalau sudah mepet waktu yudisium atau masa key-in, kita yang sudah pengen ngebut dan mengejar waktu biar bisa langsung ujian pendadaran dan biar nggak key-in lagi, ternyata masih harus merampungkan syarat-syarat yang memperlambat waktu ujian yang kita harapkan segera)

Makanya, saya saranin kalau bisa kamu ikut tes CEPT ini dari awal-awal bimbingan skripsi saja, biar saat skripsimu rampung dan sudah siap untuk ujian, kamu bisa menghemat waktu untuk nggak lagi berkecimpung dengan urusan ikut tes ini. (Karena ini menurut saya boros waktu, lho) jadwal tes nya hanya ada tiga hari dalam seminggu (Selasa, Rabu, Kamis) dan pendaftaran wajib dilakukan satu hari sebelum jadwal di atas, pendaftaran diterima maksimal jam 12, sehari sebelum ujian. Jadi, kalau kamu daftar pas hari Jum'at, dipastikan kamu harus nunggu 4 hari baru bisa tes. Itupun kalau kuotanya belum penuh. Kalau kamu kebetulan mendaftar pas dekat-dekat masa wisuda biasanya kuotanya penuh, kamu harus menunggu sampai ada kuota. Belum lagi, hasil dan sertifikat dari tes ini baru bisa keluar dan dilihat pada 3 sampai 10 hari setelah tes dilakukan. Jadi, kalkulasikan sendiri saja berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk bisa segera ujian pendadaran.

Kalau nggak lulus CEPT gimana?
Kalau nggak lulus tes ini, ya kamu mau nggak mau tetap harus daftar lagi, bayar lagi, dan ulangi lagi tesnya sampai skor kamu memenuhi syarat kelulusan yang sudah ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing fakultas dan prodi kamu. Kalau  di fakultas saya memasang syarat skor tes CEPT minimal 422 dan Alhamdulillah, saya kemarin nggak nunggu lama hasil tesnya dua hari sudah bisa dilihat dan hasilnya sudah memenuhi syarat, jadi nggak perlu ngulang tes lagi. Meskipun skornya nggak tembus 700 seperti yang lainnya, tapi yang penting memenuhi syarat karna yang terpenting dapat sertifikat untuk kelengkapan berkas agar bisa segera ujian thesis, kan? Lagian, menurut saya ikut tes beginian itu 60% ditentukan faktor keberuntungan (Iyups! Beruntung karena sudah membulat jawaban yang tepat dan berhasil menaklukkan waktu tes yang dzalim hihi). Nah, 50% nya lagi ditentukan kesiapan pemahaman. Tapi ini cuma pendapat saya saja, lho ya. Mungkin nanti akan ada yang nggak sependapat. Hanya saja menurut saya mau seberapa tinggi kemampuan kita diakui oleh orang lain apalagi oleh sebuah sertifikat, tetap kembali lagi, sejauh mana kemampuan kita, yang paling tau dan paham kapasitas kemampuan kita hanyalah diri kita sendiri.

Baiklah,
Jadi, untuk syarat mendaftar CEPT test ini, kamu cukup ke kantor Cilacs, nanti akan  diminta menyerahkan fotokopi identitas (KTP atau SIM) + biaya pendaftarannya. Untuk biaya pendaftarannya 60.000. Setelah membayar biayanya kamu akan diberikan slip bukti pembayaran,  beserta lembaran yang berisi jadwal tes kamu (hari/tanggal/jam nya) dan daftar tata tertib ujiannya. Slip bukti pembayaran ini wajib kamu simpan. Nantinya, slip pembayaran dan KTP harus diserahkan sebagai persyaratan masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti tes ini.



Secara teknis,
Isi tes CEPT ini tidak jauh berbeda dengan tes TOEFL. Tes CEPT terdiri atas 3 sesi.

Sesi pertama, Listening Comprehension yang dibagi jadi 2 bagian (part A dan B). Listening part A berisi multiple choice ada sekitar 20 soal dikerjakan selama 13 menit. Di Listening part A ini kamu akan dengar dua orang bercakap-cakap tentang satu topik tertentu, dan tiba-tiba percakapan berhenti, selanjutnya kamu harus memilih apa kira-kira isi pembicaraan selanjutnya. Jadi, kamu disuruh nebak isi percakapan selanjutnya apa. Sementara, Listening part B itu fill in the blank ada 20 soal juga dikerjakan dalam waktu 15 menit saja. Di sini, kamu akan mendengar orang berbicara tentang satu topik yang sudah dituliskan di soal, kamu dengarkan sambil baca, kemudian ada bagian yang dikosongkan di soal, tugas kamu ngisi titik-titik itu sesuai dengan apa yang dikatakan orang yang berbicara tadi. Warning! Jangan sampai bengong! Ingat jangan sampai kamu bengong di sesi ini, ya. Karna bisa-bisa kamu tertinggal dan ujung-ujungnya spekulasi (ini pengalaman kemarin soalnya hehe, pikiran kemana-mana, ingat dua bocil yang lagi nungguin di luar gedung, jadi nggak fokus) dan ingat juga banyak jawaban pengecoh di sesi ini. Jika ditotal semua, jadi soal di listening section itu ada 40 pertanyaan, ya.

Meninggalkan duo bocilku selama 103 menit


"Doakan Ummi, ya"

Menuju Ruang Tes



Sesi kedua, written expression and structure dengan jumlah soal 20 dan dikerjakan dalam 15 menit saja. Seperti biasa, kamu akan disuguhi soal tentang error analysis yaitu memilih bagian yang salah pada struktur kalimatnya. Pilihan jawaban sudah tersedia, tinggal milih saja. Ingat, teliti itu wajib di sini dan paling penting kita perlu menguasai grammar untuk bisa menaklukkan sesi ini. Nah, di sini kamu bisa memanfaatkan kesempatan untuk mencari skor banyak untuk menambal ketertinggalan kamu waktu di sesi sebelumnya.

Sesi terakhir adalah Reading Comprehension. Pertanyaan multiple choice sebanyak 60 soal dan dikerjakan selama satu jam (60 menit). Di sesi ini, kamu akan benar-benar butuh fokus karena harus membaca teks bacaan berparagraf-paragraf. Kalau kemarin seingat saya teks bacaannya bahas sejarah UII dan pertanyaannya main di tahun dan tempat. Tips untuk sesi ini, baca dulu pertanyaan yang dikasih baru kemudian cari jawabannya di teks bacaannya. Jangan baca teks nya secara keseluruhan, nanti waktunya keburu habis. Ya, meskipun udah tau tips ini saya  masih saja terkecoh pada sesi terakhir ini. Saya malah terlena saat ada teks bacaan yang membahas tentang proses kerja lebah dalam memproduksi madu (MasyaAllah, Karena ini juga ada di Al Qur'an surat An-Nahl jadi saya tertarik membaca semuanya hadeeh) saking menikmati membaca saya lupa waktu sampai-sampai waktunya habis dan masih ada 5 pertanyaan terakhir dari teks bacaan berbeda lagi yang belum sempat saya baca pertanyaannya. Jadi, terpaksa saya harus mengisi 5 pertanyaan terakhir itu secara buru-buru tanpa membaca pertanyaan dulu (alias spekulasi) karna kita sudah diperintahkan oleh panitia untuk stop mengerjakan soal saat itu. Kan sayang ya.. 5 soal itu seharusnya lumayan buat dapat tambahan skor. Jadi, jangan kayak saya, ya.. waktu adalah pedang. Gunakan sebaik-baiknya! :)

Jadi, total soal di tes CEPT ada 120 soal dikerjakan dalam waktu 103 menit saja. Artinya dalam tiap soal kita cuma punya waktu sekian detik untuk memilih jawabannya. Kalau sudah pindah sesi pertanyaan, kamu nggak dibolehin lagi kembali ke sesi sebelumnya untuk mengisi yang terlewat. Jadi, yakin nggak yakin ya diisi saja karena kita ngejar waktunya dan ketepatan juga pastinya.

Segitu saja mungkin ya..
Semoga bermanfaat. Oh iya, selanjutnya, kalau masih bingung seputar pendaftaran dan pelaksanaan tes ini, atau mau tanya-tanya tentang kapan waktu rilisnya sertifikat kamu setelah skor keluar, kamu bisa kontak WA Cilacs 085743650224
untuk bertanya. Adminnya fast respond, kok!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Penyebab Bau Mulut

Masalah bau mulut memberi pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Salah satu dampak buruknya yaitu bau mulut dapat menghambat prestasi seseorang. Hal itu terjadi disebabkan masalah ini sering mengurangi totalitas seseorang terhadap  performance.

Dalam penanggulangan keluhan tersebut, telah banyak produk-produk pencuci mulut yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Namun, masih ada saja sebagian besar orang yang mengeluhkan ini; Kenapa mulut tetap bau? padahal sudah rajin sikat gigi. Menjawab pertanyaan tersebut, ternyata baru diketahui bahwa penyebab bau mulut bukan hanya karena faktor kemalasan menjaga kebersihan mulut saja. Menurut para ahli kesehatan gigi dan mulut, ada beberapa faktor lain yang membuat aroma tak sedap keluar dari mulut seseorang meski sudah rutin menggosok gigi. Berikut alasannya; Mulut kering Mulut kering (Xerostomia) adalah hal umum yang sering menimbulkan gangguan kesehatan mulut, salah satunya bau mulut. Mulut kering disebabkan oleh…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Ramadhan Saat Masih Kecil

Ramadhan saat masih kecil selalu menjadi kenangan istimewa yang akan terus diingat sampai dewasa. Masih terbayang di ingatan saya, betapa bahagianya menikmati kebersamaan selama Ramadhan saat masih kecil. Teringat saat-saat belajar berpuasa dengan dukungan dan bimbingan orang tua.


Antusias Bangun di Waktu Sahur  Samar-samar ingatan tentang saat itu, saat saya kecil, mungkin saat itu saya masih usia balita. Saya senang mendengar suara berisik yang berasal dari toa masjid kampung pada pukul tiga an dini hari. Saya sering ikut terbangun dan mendapati suasana saat orang-orang dewasa di rumah saya ramai makan sahur bersama. Saya belum mengerti rutinitas apa itu, tetapi saya merasa damai menikmati suasana itu.
Pemahaman Tentang Puasa
Berlanjut saat saya duduk di bangku SD, nenek saya sering berbagi cerita tentang apa itu puasa, sahur, dan berbuka. Saya pernah disarankan nenek untuk belajar berpuasa, dengan cara berpuasa setengah hari. Jadi, saya disuruh ikut puasa, tidak makan dan minum dari…