Langsung ke konten utama

Cara Murah Meriah Jadikan Kulit Wajah Sehat Dan Cantik Alami

Kulit cantik dan sehat adalah impian setiap wanita. Sebagian besar kaum perempuan rela merogoh kocek yang besar demi mendapatkan kecantikan yang maksimal. Itulah sebabnya klinik-klinik kecantikan akhirnya menjamur, terutama di kota-kota besar. Di sisi lain, pilihan jenis kosmetik dari brand-brand tertentu juga sudah banyak berjejer rapi di masing-masing konter kosmetik. Semua gencar diiklankan di mana-mana hingga produknya dikenal dan didistribusikan sampai ke pelosok desa.

    Sebagai perempuan cerdas, kita dituntut untuk jeli atau teliti saat akan membeli kosmetik. Saat ini racikan kosmetik abal-abal, kosmetik palsu, dengan kandungan berbahaya banyak beredar bebas di pasaran. Semua ditawarkan dengan harga miring. Jadi, jangan asal glowing cepat dan melihat harga murahnya saja, ya. Kita juga wajib tau kandungannya dan efek jangka panjang dari penggunaan kandungan tersebut. Untuk kulit, usahakan pilih yang aman saja. Untuk apa mengejar glowing dan putih secara kilat tetapi hanya membuat fisik kita cantik sementara dan membuatnya jadi rusak setelah itu.

  Saya pribadi, sudah mengenal kosmetik sejak kelas 1 SMP. Di masa pubertas itu, saya sering menjadi korban iklan. Senang melihat model-model iklan produk facial foam dan cream wajah, membuat saya terpengaruh untuk memakai produk yang sama. Saat itu saya ikut-ikutan merawat kulit wajah yang sebenarnya belum ada masalah. Alhasil, wajah yang tadinya mulus dan baik-baik saja akhirnya berjerawat dan jadi sensitif akibat sering coba-coba produk. Setelahnya, saya kapok dan tidak ingin memakai apa-apa lagi karena trauma. Istiqomah sampai kuliah tidak memakai produk apapun untuk menormalkan kembali kulit wajah saya yang bermasalah.

  Saat setelah lamaran dan beberapa bulan sebelum hari H pernikahan, tiba-tiba entah mengapa saya diserang gatal-gatal seluruh badan, yang jika digaruk pasti berbekas. Karena ingin mempersembahkan yang terbaik untuk suami, akhirnya saya mulai mencari-cari produk kecantikan untuk menyembuhkan bekas-bekas luka di kulit. Saat itu saya lebih selektif dan cari aman. Akhirnya saya pun pilih mengkonsumsi suplemen kesehatan dan kecantikan kulit berbentuk minuman serbuk cokelat dengan kandungan kolagen yang praktis tinggal langsung diminum. Saya terkesan dan percaya dengan dokter yang meraciknya karena memang beliau ahli dalam bidang kecantikan ditambah beliau bercadar dan nyunnah, hingga saya mantap menggunakan produknya. Namun, setelah menikah, fakum mengkonsumsi produk tersebut karena dana banyak dialokasikan untuk keperluan lain. Kadang saya sadar tiba-tiba bahwa kulit sudah sangat tidak terurus, terutama kulit wajah yang mulai penuaan, terlihat ada keriput-keriputnya di sekitar mata. Saya pun akhirnya kembali minum suplemen kesehatan dan kecantikan kulit yang sebelumnya. Dan lagi, tidak sampai beberapa lama, terputus lagi menggunakan produknya sebab harganya yang lumayan menguras kantong. Akhirnya, saya pun mengesampingkan dulu keinginan merawat diri. Biar mempercantik diri dengan cara mengusahakan ada 'Inner Beauty' dulu saja, lah. Cantik fisik nanti saja, gampang diusahakan. Pikir saya waktu itu.


   Hingga suatu waktu, saya sering dapat banyak stok  buah pisang (karena sering dapat sedekah buah pisang) dari tetangga. 😅 Berhubung saya tidak terlalu doyan dan daripada mubazir, saya pun akhirnya memanfaatkan buah pisang sekaligus kulitnya itu untuk wajah. Saya saat itu tidak begitu yakin dengan efek masker buah yang menurut banyak artikel, memang bagus untuk kesehatan kulit jika diterapkan secara  rutin hingga akhirnya saat saya menghadiri sebuah majelis dan berbincang dengan ibu-ibu, ada seseibu yang tiba-tiba bertanya, "Mbak Mery! Perawatan wajah ya?" Saya bilang, "Enggak kok, Bu." Terus kata si ibu, "Bersih banget mukanya." Dalam hati, "Wah.. masa sih.. alhamdulillah disangka perawatan padahal cuma masker pisang aja ini.. hehe". Sejak saat itu saya jadi yakin.  Sudah lama tidak pernah masker pisang lagi, sudah fakum kurang lebih 6 bulanan. Wajah sudah sangat kusam dan terlihat menua. Nah, baru-baru ini kebetulan ada stok buah pisang banyak, akhirnya kembali lagi ide masker wajah dengan pisang saya lakoni.  Ternyata benar-benar ya, khasiat buah-buahan untuk kecantikan kulit ini bukan mitos. Bisa dicoba di rumah. Selain murah, gampang dan aman juga.

  Untuk resep masker wajah dengan pisang ini sangat sederhana cara membuatnya. Cukup lumatkan buah pisang, saya menambahkan perasan jeruk nipis dan mencampurnya.  Sebelum memaskerkan ke kulit wajah, terlebih dulu membasuh wajah dengan air. Setelah itu cukup mengoleskannya secara merata ke kulit wajah. Diamkan selama 30 menit (saya kadang lebih dari 30 menit), dan setelah itu cuci bersih wajah atau bilas dengan air. Bisa dirasakan bedanya beberapa saat kemudian. Kulit wajah setelah itu jadi lebih halus dan terasa ringan. Apalagi dilakukan dengan rutin, kulit wajah bisa kencang. Tidak percaya? Silahkan saja dicoba 😊 Masker pisang ini insyaallah cocok untuk semua jenis kulit. Selamat mencoba!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Tips Membersihkan Friendlist FBmu Dari Orang Hasad

Bersosial media menjadi sebuah aktivitas yang tidak bisa terelakkan lagi. Terlebih di zaman millenial ini, semua kalangan usia telah akrab dengan smartphone yang membuat interaksi sosial bisa terjadi hanya dengan ketukan jari.
    Dalam berinteraksi sosial di dunia maya, sangat penting memperhatikan siapa yang ada di deretan daftar teman kita sebab mereka yang akan setiap hari menyaksikan aktivitas sosial media kita.  Tidak mau kan, tulisan kita dibaca atau foto kita dipelototi dengan hati yang mengejek atau bahkan menyumpahi karena hasad. Di dunia maya, lingkaran pertemanan diisi oleh beragam pribadi dan karakter, sama seperti di dunia nyata. Bedanya, di dunia maya akan mudah menebak seperti apa watak asli seseorang. Cobalah terus memaklumi postingan orang lain selagi tidak merugikan diri kita. Ada jenis-jenis orang yang karakternya bisa kita maklumi dan ada pula karakter teman dunia maya yang sangat perlu diwaspadai, yaitu orang-orang yang punya HASAD dalam hatinya. Lalu pertanyaa…