Langsung ke konten utama

Ayah, Bunda.. Jaga & Awasi Anak Lelaki Kita




Pagi hari ini (di tanggal 17 Maret 2019), dibuat tergelitik sekaligus merasa bingung. Saya bingung antara mau tertawa atau mau bersedih dengan kejadian ini. Ceritanya, 3 hari yang lalu, suami saya mengambil bungkusan karung berisi buku-buku di dalam kotak kardus dari rumah ibu mertua. Buku yang kami titip simpan selama kami merantau 3 tahun di luar daerah, sebab saat kami di luar daerah, rumah kami dikosongkan karena akan disewakan/dikontrakkan. Suami meminta tolong saya membuka  dan mentata buku-buku tersebut di dalam rumah.

Saat saya membuka bungkusan tersebut, banyak kecoak di dalam karung itu. Well, berhubung saya geli dengan kecoak, saya biarkan dulu di teras rumah buku-buku itu, niat hati nanti saja mengatur buku-bukunya setelah kecoak di dalam kardus yang dibungkus karung itu semuanya pergi. Sehari, dua hari, tiga hari, saya jadi malas untuk mengatur buku-buku itu karena si kecil lagi aktif-aktifnya harus ekstra dijaga. Saya pun hanya memilah dan memilih buku yang kecil-kecil dan saya bawa masuk ke dalam rumah. Yang lainnya saya tinggalkan masih berserakan di teras depan rumah. Sampai akhirnya tadi pagi-pagi sekitar jam 6 an, saya dikagetkan dengan pernyataan suami. Bahwa buku-buku di teras itu ada yg bongkar, soalnya pas suami mengantarkan ibu mertua pergi berangkat ke sekolah untuk ngajar seperti biasa, suami saya ketemu sama ceceran buku-buku dalam satu kresek hitam yang entah jatuh atau sengaja ditaruh di jalanan, dan itu adalah buku-buku saya semua. Suami menemukannya tercecer di jalanan. 
Sontak saya cek lagi. 

"Bi.. Buku Abi tidak ada" kata saya khawatir.
Kami berdua fokus mencari satu buah buku, dengan rasa deg-degan semoga buku satu itu tidak ikut dibawa. Setelah kami cek, ternyata benar. Buku itu tidak ada alias hilang juga. 
"Waduh.. gawat! Bagaimana kalau yang membawa buku itu adalah anak-anak?" batin saya. 
Buku yang kami maksud itu adalah sebuah buku rahasia yang tidak bisa dibaca oleh sembarang orang. Buku tersebut adalah buku milik suami saya, judulnya "Dibalik Kulambu" yang memaparkan adab-adab  dan rahasia sukses dalam berhubungan suami istri. Di dalam buku tersebut terdapat penjelasan teknik-teknik berhubungan seks yang benar dan sesuai adab dan setiap penjelasan disertai GAMBAR hitam putih. Suami saya membelinya menjelang hari pernikahan kami beberapa tahun yang lalu. 

Wajar saya merasa sangat khawatir. Sebab akan sangat berbahaya apabila buku itu dibaca oleh orang  yang belum cukup umur dan belum menikah. Suami saya pun sama khawatirnya dengan saya. Beliau langsung sibuk mencari tau siapa yang membongkar kumpulan buku-buku kami. Setelah kami ingat-ingat lagi, ada beberapa anak-anak yang kalau siang hari saat kami istirahat siang, mereka sering datang bermain di pelataran rumah kami. Anak kecil tersebut berjumlah 3 orang. 2 perempuan dan 1 anak laki-laki kelas 4 SD. Setelah saya beri tahu suami, beliau pun mencurigai anak yang laki-laki karena anak tersebut terkenal di kampung sebagai anak yang suka masuk rumah orang sembarangan, mengambil barang orang lain secara diam-diam tanpa seizin tuannya. Pagi itu juga suami saya langsung tancap gas motor menuju rumah bocah laki-laki kelas 4 SD tersebut, Saipul namanya (Bukan nama sebenarnya). 

Beberapa menit kemudian, suami saya kembali sambil membawa satu buah buku, berjudul "Wanita Shaliha". 
"Bagaimana, bi? Ketemu bukunya? Lah, ini buku?"
Setelah mendengar cerita suami saya yang cukup menggelitik, saya bingung antara harus tertawa, marah, atau bersedih. Saya merasa seperti dilemma. Suami saya bercerita saat beliau sampai ke rumah si bocah, suami saya menanyakan kepada seorang laki-laki yang ada di sana di mana keberadaan si Saipul dan menjelaskan maksud dan tujuan suami saya mencari bocah itu. Laki-laki itu pun mengatakan bahwa Saipul masih tidur di kamarnya, silahkan dibangunkan saja. Suami saya pun masuk kamar bocah itu dan Gubrakkk! Apa yang ditemukan di sana? Si Saipul, bocah kelas 4 SD ini sedang tidur membungkus dirinya dengan sarung, dan bocah ini didapati sedang memeluk sebuah benda di dalam sarungnya. Benda apakah itu? Benda yang dipeluknya itu tak lain dan tak bukan adalah buku suami saya yang sedang dicari-cari, buku "Dibalik Kulambu". Inalillahi.. benar dugaan kami. Apa kah si Saipul sudah membaca isi buku tersebut? Wallahu'alam. Yang jelas, jika benar bocah tersebut sudah melihat separuh isi dari buku itu, rusak sudah isi otak bocah itu. Kata seorang mbak-mbak, buku 'wanita shaliha' itu diberikan Saipul kepadanya. Berarti, saat itu dia memilih dua buku. Buku 'wanita shaiha' diberikan kepada seorang mbak-mbak dan buku 'dibalik kulambu' untuk dirinya. Jujur, sampai di sini saya sedih, merasa sangat bersalah sebab telah ceroboh dan teledor menunda-nunda membereskan buku-buku itu sebelumnya. Belum lagi, suami cerita kalau bocah itu kata orang sudah lama berubah gaya yang sebelumnya bergaya laki-laki menjadi anak bergaya perempuan, ada seorang ibu-ibu menceritakan kepada suami bahwa anak itu sudah jadi 'banci' sambil tertawa seolah mengganggap 'label' itu pantas padahal sangat luar biasa efeknya untuk bocah itu, yang seharusnya mendapatkan terapi penyembuhan agar kembali ke kodratnya sebagai anak laki-laki. Namun, ini berkebalikan. Seolah lingkungan seperti melazimkan perubahan anak tersebut dan menjadikan itu sebagai bahan candaan. 

Menanggapi cerita tersebut, saya sempat mengingat-ingat lagi awal pertama kali saya datang ke rumah ini, sepulangnya saya dan suami dari merantau di luar daerah, anak itu sering mengintip-intip rumah ini dari jendela yang terbuka, karena kasihan saya pernah mengajaknya masuk bersama teman-teman perempuannya yang lebih kecil darinya. Saya suguhkan mereka gorengan dan mereka lahap menyantap. Saat itu sempat saya berbincang dengan mereka. Saya merasa ubah sebab ternyata si Saipul ini sudah tidak memiliki ibu rupanya. Dan saya perhatikan memang tingkah laku dan gaya bicaranya lebih seperti anak perempuan.
Saya refleks saat itu juga berpikir tentang sebab-sebab yang menjadikan orang berubah menjadi 'banci' atau menjadi lelaki yang kewanita-wanitaan. Sampai saat ini saya masih kepikiran. Kenapa bisa? Menurut artikel yang saya baca-baca, anak yang berubah perilaku menjadi seperti wanita itu kurang lebih ada dikarenakan dua faktor. Faktor pertama, anak tersebut banyak berteman dengan anak perempuan dan terbiasa bermain bersama teman-teman  perempuannya. Faktor kedua, anak tersebut pernah mendapat perlakuan 'sodom' dari orang dewasa di lingkungannya. Naudzubillah tsumma naudzubillah.. untuk faktor yang kedua, tentu perlu dibuktikan dengan penelitian secara serius dan itu bukan ranah saya yang awam ini. Semoga anak-anak Indonesia semua, khususnya anak-anak lelaki saya terhindar dari marabahaya kejahatan seksual, mengingat saat ini marak perilaku eLGiBiTi yang mulai darurat apalagi saat ini ribut-ribut kabar tentang digarapnya film kontroversial tentang hubungan sesama jenis berjudul #KTI semoga Taufik dan hidayah Allah berikan kepada sang sutradara beserta segenap crew pembuatan film perusak generasi tersebut. Saya sudah menandatangani petisi untuk memboikot film tersebut beberapa hari yang lalu. Bagi yang ingin memboikot juga, bisa klik ini, Tandatangani Petisi Tolak Film ini

Kesimpulannya, menjaga anak lelaki ternyata sama susahnya dengan menjaga anak perempuan sebab sama-sama beresiko. Apalagi kita tahu, anak lelaki dijadikan target atau sasaran produk pornografi di dunia.  Ada orang tua yang sadar namun ada juga yang tidak. Mengetahui hal itu, tentu menjadi seorang ibu dari dua orang anak laki-laki adalah sebuah tantangan terbesar saya. Semoga Allah mampukan saya dan suami saya, juga para orang tua di luar sana dalam menjaga anak-anak. Allahumma aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Penyebab Bau Mulut

Masalah bau mulut memberi pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Salah satu dampak buruknya yaitu bau mulut dapat menghambat prestasi seseorang. Hal itu terjadi disebabkan masalah ini sering mengurangi totalitas seseorang terhadap  performance.

Dalam penanggulangan keluhan tersebut, telah banyak produk-produk pencuci mulut yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Namun, masih ada saja sebagian besar orang yang mengeluhkan ini; Kenapa mulut tetap bau? padahal sudah rajin sikat gigi. Menjawab pertanyaan tersebut, ternyata baru diketahui bahwa penyebab bau mulut bukan hanya karena faktor kemalasan menjaga kebersihan mulut saja. Menurut para ahli kesehatan gigi dan mulut, ada beberapa faktor lain yang membuat aroma tak sedap keluar dari mulut seseorang meski sudah rutin menggosok gigi. Berikut alasannya; Mulut kering Mulut kering (Xerostomia) adalah hal umum yang sering menimbulkan gangguan kesehatan mulut, salah satunya bau mulut. Mulut kering disebabkan oleh…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Ramadhan Saat Masih Kecil

Ramadhan saat masih kecil selalu menjadi kenangan istimewa yang akan terus diingat sampai dewasa. Masih terbayang di ingatan saya, betapa bahagianya menikmati kebersamaan selama Ramadhan saat masih kecil. Teringat saat-saat belajar berpuasa dengan dukungan dan bimbingan orang tua.


Antusias Bangun di Waktu Sahur  Samar-samar ingatan tentang saat itu, saat saya kecil, mungkin saat itu saya masih usia balita. Saya senang mendengar suara berisik yang berasal dari toa masjid kampung pada pukul tiga an dini hari. Saya sering ikut terbangun dan mendapati suasana saat orang-orang dewasa di rumah saya ramai makan sahur bersama. Saya belum mengerti rutinitas apa itu, tetapi saya merasa damai menikmati suasana itu.
Pemahaman Tentang Puasa
Berlanjut saat saya duduk di bangku SD, nenek saya sering berbagi cerita tentang apa itu puasa, sahur, dan berbuka. Saya pernah disarankan nenek untuk belajar berpuasa, dengan cara berpuasa setengah hari. Jadi, saya disuruh ikut puasa, tidak makan dan minum dari…