Langsung ke konten utama

Berani hidup lebih baik? #AyoHijrah : Bank Muamalat Siap Kaffahkan Hijrahmu

Hijrah, sebuah kata penuh inspirasi yang ramai digaungkan saat ini. Ada rasa lega, haruh, dan turut bahagia saat melihat ke sekitar. Banyak yang sebelumnya belum memiliki kekuatan mengamalkan syariat, akhirnya berkesempatan merasakan manisnya hidayah dan ikut andil dalam perjuangan hijrah. 

Kita telah menyaksikan atau mungkin telah mengalami sendiri. Sebelumnya tidak berhijab, akhirnya melalui serangkaian proses, menjadi mampu untuk berhijab. Asbab hidayah dari Allah, kita sebut itu bentuk hijrah secara fisik, momen pembuka hijrah bagian selanjutnya. Banyak sekarang yang berhasil mengamalkannya. Alhamdulillaah.

Tidak cukup sampai di situ saja.

Barangsiapa mengamalkan ilmu yang sudah ia pelajari, maka Allah akan bukakan untuknya hal yang sebelumnya dia tidak ketahui. (Abdul Wahid bin Zaid)

Setelah hijrah penampilan, Allah tambahkan lagi ilmu. Allah gerakkan hati dan langkah kaki untuk mencari, mendatangi tempat-tempat kajian islami atau majelis-majelis taklim guna menambah wawasan keislaman. Semakin mengkaji, semakin menggali ilmu tentang syari'at Islam, akhirnya dipahamkan oleh Allah lagi, bahwa hijrah harus dilakukan secara Kaffah, yakni secara keseluruhan. Hijrah secara keseluruhan termasuk di dalamnya cara kita bermuamalah. Untuk hal ini, datanglah pertanyaan mengetuk pintu hati;
Sudahkah cara bermuamalah saya sesuai syariat? Atau justru bertolak belakang? Lalu, apalah artinya hijrah saya, jika ternyata tidak menyeluruh?

Disadarkan tentang cara muamalah selama ini, yang tanpa disadari ternyata berada dalam kubangan dosa. Bagaimana tidak? berbagai transaksi riba ternyata kita pernah bahkan sedang lakukan, menggunakan produk-produk dan jasa-jasa yang mengandung RIBA, termasuk mempercayakan pengelolaan keuangan pada pengelola keuangan bersistem RIBA. Setelah tahu dan sadar betapa mengerikannya dosa RIBA, nurani membisikkan kata;
Ayo Hijrah lagi di bagian yang ini!
Oleh karenanya, hati pun berniat untuk segera meninggalkan semua dan beralih ke produk maupun jasa yang menerapkan sistem syariah. Untuk apa semua itu dilakukan? Tentu saja, untuk meraih hidup yang lebih baik, lebih tenang, menjadi lebih berkah dan agar status hijrah tak sekadar hijrah fisik semata.
Seolah memahami bisikkan nurani para Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) untuk mengkaffahkan hijrahnya. Bank Muamalat Indonesia, sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia akhirnya menggalakkan tagar #AyoHijrah, melebarkan fungsinya untuk menjadi agen penggerak semangat umat untuk perubahan, meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang menyeluruh (Kaffah). Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan produk jasa perbankan syariah.

Apa Tujuan Gerakan #AyoHijrah?

Bank Muamalat mengharapkan adanya peningkatan kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi agar semakin kaffah menjalankan syariat Islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah. Bank Muamalat bercita-cita menyetarakan pertumbuhan nasabah bank syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas MUSLIM.

Bagaimana bentuk gerakan #AyoHijrah?

Gerakan #AyoHijrah mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan diri dengan mulai berpindah menggunakan layanan bank syariah untuk hidup yang lebih tenang dan berkah.

Alasan Masyarakat Harus Hijrah ke Bank Muamalat?

Bank Muamalat merupakan bank pertama murni syariah di Indonesia yang telah ada sejak tahun 1992. Keutamaan bank Muamalat adalah tidak menginduk dari bank lain, menjadikan kemurnian syariahnya terjaga. Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.


Sejak mengetahui bagaimana efek dari praktek riba yang akan didapatkan di dunia dan akhirat, suami saya (yang telah terlanjur menyimpan tabungan ibadah hajinya di salah satu bank konvensional), berusaha ingin memindahkan/mengalihkan tabungan hajinya ke bank Muamalat. Namun, mengingat lagi bahwa dirinya sudah pernah mencoba mengutarakan niatnya ke pihak bank konvensional tersebut, dan pihak bank memberikan pra-syarat yang begitu rumit dan menyulitkan. Pada akhirnya, dana tabungan haji tidak bisa dipindahkan. Hal ini kemudian menjadi pembelajaran tersendiri bagi saya (yang belum mendaftarkan diri untuk ibadah haji) agar saat nanti ketika sudah dimampukan dalam hal dana untuk beribadah ke tanah suci nanti, saya akan memanfaatkan produk Tabungan Haji dan Umroh di bank Muamalat saja. Selain syarat untuk membuka tabungannya sangat mudah, saya pun mengharapkan perjalanan hijrah saya ke baitullah lebih berkah prosesnya, sehingga lebih tenang, dan pelaksanaannya dilancarkan. insyaAllah.. aamiin





Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Penyebab Bau Mulut

Masalah bau mulut memberi pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Salah satu dampak buruknya yaitu bau mulut dapat menghambat prestasi seseorang. Hal itu terjadi disebabkan masalah ini sering mengurangi totalitas seseorang terhadap  performance.

Dalam penanggulangan keluhan tersebut, telah banyak produk-produk pencuci mulut yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Namun, masih ada saja sebagian besar orang yang mengeluhkan ini; Kenapa mulut tetap bau? padahal sudah rajin sikat gigi. Menjawab pertanyaan tersebut, ternyata baru diketahui bahwa penyebab bau mulut bukan hanya karena faktor kemalasan menjaga kebersihan mulut saja. Menurut para ahli kesehatan gigi dan mulut, ada beberapa faktor lain yang membuat aroma tak sedap keluar dari mulut seseorang meski sudah rutin menggosok gigi. Berikut alasannya; Mulut kering Mulut kering (Xerostomia) adalah hal umum yang sering menimbulkan gangguan kesehatan mulut, salah satunya bau mulut. Mulut kering disebabkan oleh…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Ramadhan Saat Masih Kecil

Ramadhan saat masih kecil selalu menjadi kenangan istimewa yang akan terus diingat sampai dewasa. Masih terbayang di ingatan saya, betapa bahagianya menikmati kebersamaan selama Ramadhan saat masih kecil. Teringat saat-saat belajar berpuasa dengan dukungan dan bimbingan orang tua.


Antusias Bangun di Waktu Sahur  Samar-samar ingatan tentang saat itu, saat saya kecil, mungkin saat itu saya masih usia balita. Saya senang mendengar suara berisik yang berasal dari toa masjid kampung pada pukul tiga an dini hari. Saya sering ikut terbangun dan mendapati suasana saat orang-orang dewasa di rumah saya ramai makan sahur bersama. Saya belum mengerti rutinitas apa itu, tetapi saya merasa damai menikmati suasana itu.
Pemahaman Tentang Puasa
Berlanjut saat saya duduk di bangku SD, nenek saya sering berbagi cerita tentang apa itu puasa, sahur, dan berbuka. Saya pernah disarankan nenek untuk belajar berpuasa, dengan cara berpuasa setengah hari. Jadi, saya disuruh ikut puasa, tidak makan dan minum dari…