Langsung ke konten utama

Resep Soto Ayam Perdana: No Gagal!

Bagi yang benar-benar mengenal saya, pasti tau kalau makanan yang paling saya senangi adalah jenis makanan berkuah. Nah, Soto Ayam adalah menu makanan berkuah favorit saya yang ketiga setelah Bakso dan Cotto Makassar. Hehe 

Beberapa hari lalu, secara sangat kebetulan, tantangan menulis blog #30harikebaikanbpn yang saya ikuti ternyata memasukan tema resep soto ayam ke dalam daftar tema tantangan hari ke- 4. Tentu saja, saya auto bingung dan langsung memutar otak. Bagaimana ya? Secara, Saya belum pernah masak soto sendiri, selama ini selalu beli yang sudah siap makan atau paling sering dapat makan grateessan di hajatan-hajatan yang tentu saja bukan saya yang memasak he he he. 

Namun, tantangan tetaplah tantangan. Meski sempat skip dulu menuliskan tema ini di hari ke empat, akhirnya tadi sore menjelang berbuka saya baru sempat mencoba mengeksekusi resep hasil ubek-ubek di Instagram dengan hastagh #Resepsotoayamlamongan 

Akhirnya, dengan memanfaatkan beberapa potong ayam di kulkas yang sudah hampir tiga hari disimpan dan belum dimasak, soto ayam perdana ala ala saya jadi juga. Alhamdulillaaaah, no gagal dan eatable! Masaknya sambil berdoa, "Ya Allah.. jangan gagal.. jangan sampai gagal.. kasian paksu dan si sulung sudah rela-rela kehujanan saat pergi membeli bahan-bahan rempahnya". Dan alhamdulillah, saat suami makan komentarnya cuma, "Bagus ini tambah kentang goreng dan telor rebus, Umi!" Dan saya  mendengarnya "Ini enak, umi. Cuma kurang lengkap saja." Hihihi 
Penasaran bagaimana penampakan dan apa saja resepnya? Cekidot! 

Taraaa... Itu dia di atas. 
It's not so bad, kan? 
Ternyata tidak susah membuatnya. Berikut resepnya;

Bahan-bahan:
Air secukupnya
Ayam secukupnya (saya pakai kurleb 500gr)
Batang bawang
Seledri
Bawang merah
Bawang putih
Ketumbar bubuk
Lada bubuk
Laos
Jahe
Kunyit (sangrai)
Kemiri (sangrai)
2 batang serai geprek
Daun jeruk secukupnya
Bihun secukupnya
Garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara buat:
Haluskan bawang merah dan putih, jahe, laos, serta kemiri dan kunyit yang sudah disangrai, campurkan lada bubuk dan ketumbar bubuk. Kemudian geprek serai.
Selanjutnya, Didihkan air ke dalam panci, setelah mendidih masukkan ayam dan geprekan serai serta daun jeruk.

Sementara menunggu ayam empuk, tumis bumbu yang sudah dihaluskan.
Masukkan bumbu halus yang ditumis ke dalam air rebusan ayam sebelumnya. Setelah bumbu meresap, angkat ayam dan tiriskan. Lalu suir-suir setelah dingin.

Siapkan batang bawang dan seledri, kemudian dipotong-potong.
Siapkan air mendidih untuk menyeduh bihun.
Beri penyedap rasa dan garam secukupnya pada air rebusan kuah soto, lalu tuang  dan sajikan di atas tataan bihun, ayam suir, batang bawang, dan seledri di dalam mangkuk.

Soto ayam perdana, siap disantap (Alhamdulillah sudah disantap berkali-kali) Semoga menginspirasi 😁🙏 Selamat berpuasa..

Note:
Mungkin setelah membaca resep ini orang yang master dalam memasak soto ayam lamongan akan menggernyitkan dahi sambil membatin, "Sejak kapan soto Lamongan pake bumbu X dan Y?" Hehehe mohon dimaklumi saja, ya. Maklum, cuma ubek-ubek resep di Instagram. Jika ada kritik dan saran, saya selalu siap setia menanti krisannya di kolom komentar 😊




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai referensi buat mereka yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Siapa tau adek-adek angkatan nanti akan bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka nanti.



Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta (Artinya kamu nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain). Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore UII karena dekat.

Sebenarnya seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris ada di level mana. Kalau kamu (Mahasiswa UII) belum melewati serangkaian persyaratan tes CEPT ini, jangan …

Make Up Bagi Wanita Berniqab

Semua wanita di dunia terlahir cantik. Wanita juga terlahir sudah sepaket dengan fitrahnya yaitu ingin selalu tampil cantik dan menyukai kecantikan. Tidak terkecuali dengan wanita berniqab. Meskipun wajah tertutupi oleh selembar kain penutup hingga yang tampak hanya mata saja, namun tidak menghalangi hasrat untuk mempercantik apa yang ada dibaliknya. Tak heran, ada sebagian besar wanita yang walau berniqab tetapi tetap suka membawa peralatan make up di dalam tasnya. Di sisi lain, ada juga wanita berniqab yang sekadar menggunakan bodycare dan skincare no make up.
Bagi wanita Muslim, dalam memilih jenis make up, salah satu syarat wajibnya yaitu kehalalan produk make up yang dipilih. Dari bahan make up, termasuk bulu kuasnya saja, perlu dipastikan apakah halal atau tidak. Saat ini, alhamdulillah.. sudah banyak produk make up halal yang beredar. Khusus wanita berniqab, ada Dr.UmmiAmizah dan Dr. Ferihana sebagai referensi karena mereka lebih tau kebutuhan wanita berniqab dikarenakan merek…

Doa Untuk Pengantin

"Semoga samawa, yaaa..."  Setiap ada hajatan pernikahan, tak jarang kita mendengar ucapan selamat di atas, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan dari para tamu yang hadir.
Samawa adalah kata singkatan dari (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahma) kata Samawa biasanya diucapkan guna menyingkat  3 kata bahasa arab di atas agar lebih mudah diucapkan saat mendoakan pengantin. Meski begitu, banyak dari kita belum tahu kalau ucapan seperti itu adalah akronim yang kurang tepat sebab dengan mengucapkan "Semoga Samawa", itu sama seperti kita mendoakan pengantin dengan doa yang menggantung. Mengapa menggantung? Karena "Wa" di sini Artinya "Dan", yang merupakan kata sambung dalam bahasa arab. Jadi, Saat kita mengucapkan "semoga samawa" artinya  "Semoga sakinah, mawaddah , dan..."
(Dan apa?) Karena samawa menggantung, maka sebaiknya "Wa" diganti dengan "Ra" sehingga membentuk Samara (Sakinah, Mawaddah, Rahma). …

Resolusi Parenting 2019

Tak terasa sudah di penghujung tahun lagi, ya. Meskipun sangat banyak resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasikan, namun tidak ada salahnya kan jika kita mencoba lagi, Mom. Kali ini, setelah mengevaluasi pola asuh selama 2 tahun lebih menjadi ibu, akhirnya saya terpikir untuk membuat resolusi khusus ini. Resolusi parenting yaitu tentang pola asuh, sebab mengasuh anak ini adalah hal paling krusial dalam hidup saya dimana saya memegang amanah besar dariNYA untuk menyiapkan generasi yang kelak akan membangun peradaban.
Resolusi tahun depan :

1). Meninggalkan 'Inner Child Negatif' di 2018
Pernah pada suatu waktu curhat ke suami tentang bagaimana ya caranya biar si sulung ga main tangan ke adeknya dan ga jailin adeknya lagi. Soalnya kalau main bersama adeknya, dia suka jailin adeknya, entah adeknya sering dibikin bantal, didudukin, dinaikin, diremes dan dicakar pipinya, dll karena sangat bahaya dan mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu tidak ada yang memantau atau m…

Tips Ngabuburit Asyik & Buka Puasa Di Rumah

Hari pertama di bulan Ramadhan, yang kemarin kita nanti-nanti sudah dijalani hari ini. Alhamdulillaah, kita ternyata masih diizinkan oleh Allah untuk bertemu bulan istimewa tahun ini. Semangat ya, semuanya! :) Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Oh ya, teman-teman sudah punya rencana ngabuburit? Wah.. Asyiknya yang sudah punya agenda di luar. Itu artinya Ramadhan kali ini benar-benar direncanakan dengan baik. Setiap detiknya memang harus disetting agar tidak terbuang percuma. Nah, ada yang ngabuburit di rumah saja? Kayak saya, hehe. Jangan sedih, bagi yang masih bingung mengisi ngabuburitnya, Saya punya tips ngabuburit yang nggak kalah asyik nih dari Handbook Dompet Dhuafa, buat teman-teman di rumah yang nggak kemana-mana.

Berikut tipsnya;

Selepas shalat ashar (teman-teman shalat ashar,kan ya? Iyalah ya, pastinya!)
👉Lari sore ringan Sempatkan lari sore ringan, deh! 15 sampai 20 menit saja. "What? 20 menit? Bisa pingsan saya! Di jam kritis pula" Hehehe baiklah.. 5 sampai 10 m…

Penyebab Bau Mulut

Masalah bau mulut memberi pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Salah satu dampak buruknya yaitu bau mulut dapat menghambat prestasi seseorang. Hal itu terjadi disebabkan masalah ini sering mengurangi totalitas seseorang terhadap  performance.

Dalam penanggulangan keluhan tersebut, telah banyak produk-produk pencuci mulut yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Namun, masih ada saja sebagian besar orang yang mengeluhkan ini; Kenapa mulut tetap bau? padahal sudah rajin sikat gigi. Menjawab pertanyaan tersebut, ternyata baru diketahui bahwa penyebab bau mulut bukan hanya karena faktor kemalasan menjaga kebersihan mulut saja. Menurut para ahli kesehatan gigi dan mulut, ada beberapa faktor lain yang membuat aroma tak sedap keluar dari mulut seseorang meski sudah rutin menggosok gigi. Berikut alasannya; Mulut kering Mulut kering (Xerostomia) adalah hal umum yang sering menimbulkan gangguan kesehatan mulut, salah satunya bau mulut. Mulut kering disebabkan oleh…

Book Review: Wonderful Love

Pada sebuah kesempatan saya dapat hadiah buku bergizi melalui program give away seseakun di sosial media. Senangnya tak terkira. Setelah membacanya, saya tergelitik sekali untuk berbagi review tentang buku ini karena saya merasakan manfaatnya. Pelit rasanya, jika harus menyimpan sendiri ilmu yang sudah didapat.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Meski begitu, setidaknya ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah tidak sia-sia dan Alhamdulillah terpakai untuk mereview buku ini. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review bukunya.
Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". Oh ya, Ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar  ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'pak Cah&#…

Ramadhan Saat Masih Kecil

Ramadhan saat masih kecil selalu menjadi kenangan istimewa yang akan terus diingat sampai dewasa. Masih terbayang di ingatan saya, betapa bahagianya menikmati kebersamaan selama Ramadhan saat masih kecil. Teringat saat-saat belajar berpuasa dengan dukungan dan bimbingan orang tua.


Antusias Bangun di Waktu Sahur  Samar-samar ingatan tentang saat itu, saat saya kecil, mungkin saat itu saya masih usia balita. Saya senang mendengar suara berisik yang berasal dari toa masjid kampung pada pukul tiga an dini hari. Saya sering ikut terbangun dan mendapati suasana saat orang-orang dewasa di rumah saya ramai makan sahur bersama. Saya belum mengerti rutinitas apa itu, tetapi saya merasa damai menikmati suasana itu.
Pemahaman Tentang Puasa
Berlanjut saat saya duduk di bangku SD, nenek saya sering berbagi cerita tentang apa itu puasa, sahur, dan berbuka. Saya pernah disarankan nenek untuk belajar berpuasa, dengan cara berpuasa setengah hari. Jadi, saya disuruh ikut puasa, tidak makan dan minum dari…